CB Magazine »
Nature
»
Ray of Sunshine
Ray of Sunshine
Posted by CB Magazine on Tuesday, May 31, 2016 |
Nature
Mahluk kecil yang lucu ini adalah bayi Undulate Ray ikan pari langka yang ditemukan di Mediterania dan Atlantik timur, termasuk perairan di sekitar Inggris. Mata yang bersinar itu sebenarnya lubang hidung ikan ini, yang digunakan untuk mencium bau. Jenis ikan pari ini bernafas menggunakan insang (lima pasang celah insang yang terlihat di gambar ini di bawah mulut). Berbeda dengan daerah putih disekitarnya, punggungnya ditutupi warna coklat dan pola kuning yang berpadu sempurna dengan dasar laut berpasir dalam hal berkamuflase.
Meskipun hanya beberapa sentimeter panjang bayi ini, setelah dewasa pari ini bisa mencapai panjang 1m dan hidup selama 23 tahun. Bayi Undulate Ray memulai hidup tertutup dalam cangkang telur kasar dan keras. cangkang kecil ini melindungi dan mengembangkan embrio, sementara kantung kuning telur menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk untuk tumbuh, Cat Gordon dari Shark Trust menyatakan bahwa celah kecil di sepanjang tanduk dari cangkang telur memungkinkan oksigen air laut masuk ke dalam kapsul dan pari akan menggerakkan ekornya seperti pompa untuk mensirkulasikan oksigen ini. Setelah menetas, pari muda sepenuhnya terbentuk, versi miniatur dari pari dewasa, siap berjuang untuk diri nya sendiri.
Meskipun hanya beberapa sentimeter panjang bayi ini, setelah dewasa pari ini bisa mencapai panjang 1m dan hidup selama 23 tahun. Bayi Undulate Ray memulai hidup tertutup dalam cangkang telur kasar dan keras. cangkang kecil ini melindungi dan mengembangkan embrio, sementara kantung kuning telur menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk untuk tumbuh, Cat Gordon dari Shark Trust menyatakan bahwa celah kecil di sepanjang tanduk dari cangkang telur memungkinkan oksigen air laut masuk ke dalam kapsul dan pari akan menggerakkan ekornya seperti pompa untuk mensirkulasikan oksigen ini. Setelah menetas, pari muda sepenuhnya terbentuk, versi miniatur dari pari dewasa, siap berjuang untuk diri nya sendiri.
(Courtesy of BBC Knowladge Dec 2015)


No comments: